Categories
Uncategorized

Saqifah Bani Saidah

Merupakan sebuah taman yang subur yang lokasinya di sebelah barat laut sekitar 20 meter dari Masjid Nabawi. Luasnya mungkin sekitar setengah dari lapangan bola. didalamnya terdapat pohon-pohon dan tanaman hias serta bebungaan tumbuh rimbun mengelilingi sebuah sumur yang dijadikan sumber air. 

pada zaman rasul, taman ini semacam rumah/bangunan pondokan milik sahabat sa’ad bin ubadah, pemimpin bani saidah. merupakan tempat bersejarah, salah satu yang paling bersejarah adalah dimana pertama kalinya, muslimin mengangkat pemimpin dengan cara mufakat, yaitu terpilihnya Abu Bakar As Siddiq.

Diriwayatkan para sejarawan awal Islam seperti Al Tabari dan Ibn Ishak, pada 632 Masehi saat Rasulullah Salallahualaihiwasallam baru saja wafat, bahkan sebelum beliau dimandikan, puluhan kaum Anshar berkumpul di tempat ini. Kaum Anshar saat itu secara sepihak berencana menunjuk seorang di antara mereka, Saad bin Ubadah, sebagai khalifah pengganti Rasulullah. Mughirah bin Su’bah, seorang anggota suku Thaqif dari Ta’if yang mengetahui rencana tersebut, langsung berlari lekas menuju rumah duka dan menemui Umar bin Khattab serta Abu Bakar Siddiq yang tengah menunggui jenazah Rasulullah.

kemudian Umar mengajak Abu Bakar dan Abu Ubaidah, seorang Muhajirun lainnya, menuju Saqifah Bani Sa’idah tersebut. Abu Bakar yang masih mendukai kepergian sahabat terkasihnya mulanya enggan berangkat. Ia akhirnya bersedia setelah menyadari gentingnya keadaan. Sementara Ali bin Abi Thalib sebagai menantu Rasulullah harus tinggal untuk mengurusi jenazah. Di Saqifah, perdebatan sengit mengemuka. Sejumlah anggota kaum Anshar bahkan mengancam akan memerangi mereka yang menolak penunjukan tersebut.

Abu Bakar dengan kebijaksanaanya kemudian berhasil menjelaskan bahwa meskipun suku-suku di Madinah tak perlu diragukan kehebatannya, adalah perintah Rasulullah bahwa pemimpin komunitas Muslim saat itu harus dari Quraish. “Suku-suku Arab tak akan tunduk pada pimpinan jika bukan dari suku Quraish,” kata Abu Bakar seperti dikutip Al Tabari. Ia kemudian menawarkan kepemimpinan pada Umar dan Abu Ubaidah. Kendati demikian, Umar membalik tawaran itu dan meminta Abu Bakar bersedia di baiat. Menurut Umar, Abu Bakar lebih layak karena beliau yang menemani Rasulullah di gua saat keduanya hijrah ke Madinah. Selain itu, Rasulullah pada akhir hidupnya juga pernah merestui Abu Bakar mengimami shalat umat Islam di Madinah. bKaum Anshar pada akhirnya setuju dengan argumen Umar dan membaiat Abu Bakar sebagai khalifah. Setelah Rasulullah dikebumikan keesokan harinya, baiat itu dikuatkan oleh 33 ribu Muslim penduduk Madinah dan umat Islam untuk sementara terhindar dari perpecahan yang bisa memicu kehancuran.

Kita juga dapat menyimpulkan bahwa Saqifah Bani Sa’idah tersebut adalah lokasi kelahiran Kekhalifahan Empat Rashidun. Dimulai dengan Abu Bakar, kemudian Umar, lalu Uthman bin Affan, dan akhirnya Ali bin Abi Thalib.

Kekhalifahan yang hanya berumur tiga dekade namun namun berhasil menyebarkan Islam hampir ke seluruh penjuru dunia hingga ke Mesir, Persia, Suriah, Armenia, Siprus.

fthykn| sumber : ihram.co.id, ustad budi ashari, dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *