Categories
Uncategorized

Corona & Orang Beriman

Hari ini, disaat wabah pandemi corona sedang terjadi. sebagai orang beriman kita harus menaati apa yang Allah telah sampaikan dalam firmannya di surat An-nisa : 83

وَإِذَا جَآءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ ٱلْأَمْنِ أَوِ ٱلْخَوْفِ أَذَاعُوا۟ بِهِۦ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى ٱلرَّسُولِ وَإِلَىٰٓ أُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنْهُمْ

لَعَلِمَهُ ٱلَّذِينَ يَسْتَنۢبِطُونَهُۥ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَٱتَّبَعْتُمُ ٱلشَّيْطَٰنَ إِلَّا قَلِيلً

Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah Kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).

Berdasarkan ayat diatas, sudah sepantasnya kita mengehentikan kegiatan siaran/broadcast/share jika kita bukan ahlinya dalam situasi saat ini. biarkan yang mempunyai keahlian yang menyimpulkan, menyampaikan hal yang tepat agar kita tawakal dan yakin bahwa pertolongan allah itu ada. sudah banyak ahli kesehatan, menyebutkan bahwa musuh dari imunitas adalah kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. sehingga ketika kita melakukan siaran/broadcast/share tentang situasi saat ini, dengan tidak di iringi dengan ilmu yang cukup, maka hasil yang timbul dari berita yang kita kirimkan adalah kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan.

hari ini, sesungguhnya kita sedang diuji oleh banyak hal. bukan hanya sekedar virus corona. penyakit dapat datang kapan saja, dan orang meninggal bisa di sebabkan oleh virus corona ataupun tidak. tapi sesungguhnya kita sedang di uji oleh allah tentang iman kita. apakah benar bahwa kita adalah orang yang beriman kepada allah? apakah kita iman kepada takdir? saat ini adalah waktunya di uji.

karena orang yang beriman, adalah orang yang penuh dengan ketenangan. kepanikan dan putus asa tidak ada tempat di hati orang yang beriman. apapun keadaannya, orang beriman tetap percaya kepada Allah dan tidak ragu sama sekali. sebagai orang yang beriman kita melihat sesuatu hal secara lengkap meliuti aspek fisik, akal dan hati.

Dari Aspek fisik dan akal, mengenai situasi pandemi virus corona saat ini sudah banyak ahli bersama pemerintah menyampaikan langkah – langkah agar kita tidak terkena virus corona. diantaranya :

  • Membersihkan tangan secara rutin dengan cairan pencuci tangan berbahan alkohol atau sabun dan air seperti hand soap atau hand sanitizer
  • Membersihkan benda-benda yang di sekitar kita dengan disinfektan. Disinfektan digunakan pada benda-benda tak hidup, seperti permukaan meja, pegangan pintu, dan benda benda lainnya untuk membunuh mikroorganisme yang hidup di permukaan tersebut.

Dari Aspek hati, mari kita simak hadits nabi berikut:

 أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging.
Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad.
Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad.
Ketahuilah bahwa ia adalah hati ” 
(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Sehingga melihat pandemi virus corona dari aspek hati merupakan hal yang paling penting, karena hati kita adalah panglimanya dari fisik dan akal kita. hati yang sanggup memerintahkan fisik dan akal seseorang.

Ber Husnudzan Kepada Allah. berbaik sangka kepada allah merupakan hal yang wajib kepada orang beriman. Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda 3 hari sebelum wafatnya,

 لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Janganlah salah seorang kalian meninggal
kecuali dia berhusnudzon kepada Allah
 ‘Azza wa Jalla.” (HR. Muslim)

jadi kita harus berbaik sangka kepada allah. jika kita bandiungak virus corona saat ini dengan kejadian “haditsul ifki” (berita dusta), yang menmpa ibunda aisyah. sungguh saat ini kita masih bisa tidur malam, sedangkan ibunda aisyah mendengar berita dusta tersebut, beliau tidak bisa tidur bermalam-malam.

Sebulan penuh, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha merasakan kepedihan dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akibat ulah orang-orang munafik ini. Sampai akhirnya, Allah ta’ala menurunkan sepuluh ayat Al- Qur’an (QS. An-Nur : 11-20) . Dalam potongan Ayat QS. An-Nur, Allah Berfirman:

  لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ 
....Janganlah kamu kira bahwa
berita bohong itu buruk bagi kamu
bahkan ia adalah baik bagi kamu....

sehingga sama dengan saat ini, jangan mengira bahwa virus corona ini keburukan bagi orang beriman, tapi ini kebaikan kepada orang beriman. maka hiduplah dibawah naungan quran. ingat selalu kalimat rasul dan para ulama, insya allah hati kita akan merasa nyaman dengan situasi saat ini.

  • saat ini, bagi yang di sehatkan oleh allah, selayaknya kita harus bersyukur.
  • bagi yang sakit, ingatlah bahwa sakit itu adalah sarana penggugur dosa
  • bagi yang allah takdirkan meninggal, mudahan oleh allah dicatat sebagai pahala syahid, insya allah.

Mari perbanyak Tawakal kepada allah ,

 وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ 
“Dan barangsiapa yang bertawakal
kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya”.
[Ath-Thalaq/65 : 3]

Mudahan Allah Segera Angkat Musibah Virus Corona ini, dari muka bumi.

Ulama terkemuka abad pertengahan, al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani (1372- 1449) dalam kitabnya berjudul Badzlu al Maun Fi Fadhli al Thaun yang membahas tentang wabah penyakit thaun :

” … Pada umumnya Wabah penyakit yang terjadi di negara kaum muslimin sepanjang sejarah, terjadi selama musim semi, kemudian diangkat ( hilang ) pada awal musim panas… “

sumber : al fatih TV- Sapa Pagi Ust.Budi Ashari, daaruttauhiid.org, dengan beberapa perubahan.

2 replies on “Corona & Orang Beriman”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *