Categories
halal tour umroh

Pasar Nabi

Seperti yang kita ketahui dalam siroh. ketika Nabi Muhammad ﷺ Hijrah ke madinah, nabi membuat pasar atau Souq, karena kondisi saat itu pasar yang sudah ada di madinah di kuasai oleh yahudi, dan nabi ingin membangun perekonomian ummat sesuai syariat, maka saat itu dibuatlah pasar yang hanya terdiri dari sebuah tenda di tempat yang bernama Baqi Az Zubair. yang letaknya dekat pasar ka’ab bin ashrof, salah satu pemimpin yahudi bani nadhir. namun tidak bertahan lama karena di hancurkan oleh ka’ab bin ashrof.

Mendengar kabar seperti itu, Nabi ﷺ berkonsultasi dengan beberapa sahabat, dan berkata ” aku akan membuat pasar yang membuat kaum yahudi lebih marah lagi “. Akhirnya disepakati untuk membuat pasar yang baru yang letaknya tidak berjauhan dengan rumah sahabat Sa’ad bin Ubadah Radhiallahu’ Anhu . Pasar inilah yang kemudian pada zaman turki utsmani di sebut pasar manakhoh atau Souq Al Mankhoh, pasar yang hingga saat ini masih utuh berdiri bersama dengan gedung – gedung modern lainnya.

Souq Al-Manakhah, terletak di barat daya Masjid Nabawi, dekat pintu 7-8 . Sesuai perintah Nabi bahwa pasar ini tidak boleh dibangun. Maka Saat perluasan wilayah – wilayah di sekitar pasar ini , Souq Al-Manakhah dibiarkan apa adanya, Tampilan barang sesuai dengan cara tradisional dalam praktik selama berabad-abad. dan dalam upaya untuk menjaga sifat tradisional dari pasar bersejarah ini, sebuah komite menetapkan 1.000 tempat untuk pedagang asongan dan memberi mereka kartu identitas khusus yang memungkinkan mereka mendapat manfaat dari lokasi tertentu.

Maka tidak ada salahnya, Berkunjung ke Souq Al-Manakhah, saat kita berada di Madinah. Pasar Wakaf, yang menjadi saksi munculnya perekonomian umat, dan meruntuhkan dominasi yahudi pada saat itu.

sumber: alfatih.tv,saudigazette dll. ( fthykn )

Categories
halal tour Turki

Jejak kesultanan Utsmani di kaki Gunung Uludağ.

Kota Bursa mengingatkan kita pada miniatur Kesultanan Utsmani, yang didirikan di atas kaki Gunung Uludağ. Ke mana pun Anda berpaling, Anda akan melihat sebuah penginapan bersejarah, madrasah atau masjid yang dibangun berabad-abad yang lalu. Bursa juga mempunyai julukan lain yaitu ‘Green Bursa’, karena dengan keindahan alamnya.

Kota Bursa adalah kota keempat yang paling ramai di Turki, Anda tidak akan menemukan orang yang berbondong-bondong dari satu tempat ke tempat lain. kota ini tersusun rapi, dimana bangunan bersejarah dan modernnya berdiri berdampingan. sehingga Bursa menjadi salah satu destinasi wajib kita kunjungi ketika mengunjungi Turki.

  • Gölyazı
Posisi Gölyazı

Gölyazı, sebuah desa yang terletak di sebuah pulau kecil di Danau Ulubat. Satu-satunya koneksi darat desa ke daratan utama adalah jembatan yang memungkinkan lalu lintas mobil. Di wilayah tersebut, terdapat pohon berukuran besar tepat di tengah-tengah desa dengan sepotong marmer di bawahnya. Marmernya memiliki noda beberapa tetes merah menurut legenda merupakan kisah orang Yunani dan Turki. yaitu kisah Mehmet Turki dan Yunani Eleni jatuh cinta tetapi kandas karena permusuhan antara kedua negara. tetesan merah pada marmer dikatakan sebagai sisa-sisa air mata berdarah pohon itu.

  • Mosque With 20 Domes
Grand Mosque of Bursa/Mosque With 20 Domes

Merupakan landmark paling penting di kota. Menjadi landmark ikonik kota sejak hari pertama kali ditugaskan oleh Ottoman Sultan Bayezid I. Masjid, dibangun setelah Pertempuran Nicopolis, memiliki cerita yang menarik. Menurut sebuah legenda, Sultan Bayezid I meminta para arsiteknya untuk membangun 20 masjid di Bursa, tetapi para arsitek percaya itu akan terlalu banyak dan sebagai gantinya memutuskan untuk membangun satu masjid dengan 20 kubah

  • Green Mausoleum

Green Mausoleum , merupakan tempat peristirahatan terakhir Sultan Mehmet I dan keluarganya. Dianggap sebagai keajaiban arsitektur dari periode Turki. Ubinnya yang penuh warna dan dirancang sangat luar biasa; ditutupi dengan ubin pirus yang dibangun pada tahun 1421 oleh arsitek Hacı İvaz Pasha. Dinding bagian dalam makam dan ceruk dihiasi dengan teknik pelapisan pertama dari ubin periode itu. Ubinnya dibuat oleh seniman Mehmet Mecnun.

Selain landmark yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi tempat yang di kunjungi. dan Turki menjadi salah satu destinasi wajib bagi kita yang ingin menelusuri kejayaan kesultanan ustmani. atau sekedar merasakan berwisata ke dua benua (Asia & Eropa). Maka cukup dengan mengikuti Festival Tulip Turki Bersama Mitra Wisata Mandiri di setiap bulan april selama sepuluh hari. Tertarik? silahkan kontak kami disini

sumber:Dailysabah,dll dengan berbagai ubahan (fthykn)

Categories
Uncategorized

Serunya Tour di Malaysia

Buat traveler pemula, gak usah muluk-muluk dulu deh mau langsung ke Amerika Serikat atau Eropa. Cobain aja jalan-jalan di negara yang letaknya gak jauh dari Indonesia dulu. Contohnya : Malaysia. Negeri Jiran yang satu ini bisa jadi destinasi jalan-jalan pertamamu ke luar negeri. Mengapa demikian?

Berikut enam alasannya…

  1. Murah dari mulai beli tiket pesawat hingga biaya hidupnya

Liburan ke Malaysia memang tergolong ramah di kantong. Karena letaknya gak jauh dari Indonesia, tiiket penerbangan ke Malaysia pun tergolong murah, kurang lebih Rp 800 ribu untuk pulang-pergi. Kalau ada promo, jelas bisa lebih murah lagi. Yuk yuk yang mau ke Malaysia silahkan booking paket tour di Mitra Wisata, hanya dengan 6,2jt kamu bisa mengunjungi 2 negara (Malaysia dan Singapur) dalam 4 hari!!

Jadi, gak perlulah jual motor pribadi atau nabung bertahun-tahun untuk bisa menyambangi negara ini. Apalagi, sebagai WNI kamu gak butuh visa untuk bisa tinggal selama 30 hari di Malaysia. Praktis banget kan? Pas deh buat jadi batu loncatan kamu. untuk traveling internasional. Dan pas juga untuk ngasih pengalaman berpelesir di negara lain.

  1. Gak bakal kesulitan berkomunikasi

Gak bisa Bahasa Inggris? Malaysia bisa jadi destinasi pilihan kalau kamu pengin ngerasain pengalaman berlibur di luar negeri tapi terkendala urusan bahasa.

Bahasa Melayu yang digunakan oleh warga Malaysia gak jauh berbeda dengan Bahasa Indonesia. Kata yang dipakai pun hampir sama, misalnya mereka juga menggunakan kata “Ya” dan “Tidak”, sama seperti Bahasa Indonesia. Namun Bahasa Inggris tetap perlu dikuasai lho, apalagi jika bercita-cita jadi travelerinternasional. Cuma, Malaysia bisa dijadikan batu loncatan untuk pengalaman pertamamu ini.

  1. Banyak destinasi wisata yang cantik

Destinasi yang bisa kamu kunjungi di Malaysia cantik-cantik dan menyenangkan. Di Kuala Lumpur saja ada objek wisata keren yang letaknya gak jauh dari pusat kota. Sebut saja seperti Batu Cave. Batu Cave adalah bukit kapur yang memiliki sebuah kuil dalam goa. Kuilnya adalah Kuil Hindu Dewa Murugan. Kamu pun bisa foto-foto di depan patung Dewa Murugan yang tingginya mencapai 42,7 meter.

Itu dia yang namanya Batu Caves. Keren kan

Selain Batu Cave, kamu juga bisa ke Menara Petronas saat sore menjelang malam untuk foto selfie di sana. Jalan-jalan ke Kuala Lumpur tentu kurang lengkap kalau gak mengunjungi icon Negara Malaysia itu.

  1. Kaya akan kebudayaan

Malaysia adalah negara yang kaya akan kebudayaan. Ini bisa dilihat dari etnik Malaysia yang beragam, yakni perpaduan Melayu, India, dan Cina.

Masing-masing ras pasti punya kebudayaan yang berbeda. Melayu punya silat, etnis Cina merayakan Imlek, dan etnis India gak pernah lupa menggelar perayaan Vishu. Seru dong kalau kamu jalan-jalan ke sana saat hari raya tertentu.

  1. Malaysia adalah surga kuliner

Kamu pencinta kuliner? Bila berkunjung ke Malaysia, jangan lupa mampir ke Jalan Alor untuk mencicipi kuliner street food yang enak. Konon kabarnya, makanan yang bisa kamu cicipi di sana benar-benar enak. Sebaiknya berkunjung ke sana pas malam hari ya.

Kalau ke Malaysia, kulineran pun puas lho (street food di Malaysia/uptourist)

Jika sedang berwisata kuliner, jangan lupa untuk mencoba Laksa Sarawak, nasi lemak, nasi campur, dan beragam jenis mie khas Malaysia. Rasanya pasti cocok deh sama lidahmu.

  1. Ada banyak tempat belanja murah

Saat melancong ke Malaysia, tepatnya ke Johor Baru, dan belanja di Johor Premium Outlet. Di sana, banyak barang bermerek yang bisa kamu beli seperti Armani, Burberry, Braun Buffel, Vercace, Guess, dan lainnya. Soal harga, tenang saja. Jauh lebih murah ketimbang factory outlet yang ada di Indonesia.

Kalau mau belanja fashion khusus perempuan, kamu bisa ke Sungei Wang. Harga-harga pakaian di sana mulai dari 30 Ringgit atau kurang lebih Rp 90 ribuan.

Jika mencari barang-barang etnik, sambangi saja Central Market. Dan bila mencari jajanan untuk oleh-oleh, beli saja di Jalan Petaling.

Kira-kira itulah enam hal yang membuat Malaysia bisa jadi destinasi ke luar negeri pertamamu. Apabila kamu ingin memilih negara ASEAN lain untuk debut pertamamu berpelesir ke luar negeri, boleh saja kok. Tapi pastikan soal biaya liburan dan pengalaman yang bisa didapat selama di sana.

 

Categories
testimoni

Jalan-jalan ke Turki 2018

Seperti ngimpi bisa jalan-jalan ke luar negeri. Serius jangan diketawain, tidak ada rencana sebelumnya bahkan tidak pernah punya cita-cita bisa pergi jalan-jalan ke Turki. Kalau cita-cita ke luar negeri sih ada. Pertama kali negara yang ingin dikunjungi berturut-turut adalah Jepang, Belanda, dan Inggris. Entah kenapa ketiga negara yang masing-masing berada di benua Asia dan Eropa itu lebih dulu membuat hati ini kesengsem. Sayangnya belum kesampaian hingga paspor kedaluwarsa dan harus diperpanjang 😅.

Alhamdulillah, akhir September lalu Allah kasih rezeki tidak terduga. Bisa mengunjungi dua benua sekaligus, selama 10 hari termasuk perjalanan pulang pergi ke Turki. Walau hanya satu negara saja, tapi Turki adalah negara yang berada di dua benua. Yaitu benua Asia dan Eropa, hanya dipisahkan oleh sebuah selat yang namanya selat Boshporus. Sebelum pergi ke Turki, saya sudah mengurus perpanjangan paspor untuk pertama kalinya. Walau mepet waktu memproses perpanjang paspor demi bisa jalan-jalan ke Turki dengan jadwal keberangkatan. Bila anda tertarik untuk membaca dan membutuhkan info tentang proses perpanjangan paspor silakan di klik tulisan ini.

Tidak banyak yang dipersiapkan untuk perjalanan saya ke Turki. Uang juga cuma bawa alakadarnya, selain irit ya memang tidak ada uang yang bisa untuk dibawa 😁. Istilahnya hanya bawa diri saja, toh semua sudah dipersiapkan oleh travel. Mulai dari hotel tempat menginap, makan dan minum, serta transportasi selama di Turki. Yup betul perjalanan ke luar negeri kali ini ikut rombongan dari sebuah travel yang ada di Matraman. Info jalan-jalan ke Turki saya dapatkan pun cukup mendadak dan mepet. Kebetulan ada saudara yang mengabarkan kalau sebuah tour travel mengadakan open trip ke Turki dengan harga yang kata beliau cukup murah. Mengingat saudara saya ini sudah beberapa kali ke Turki. Jadi sudah lebih tahu mengenai harga untuk tiket pesawat, yang katanya kurang lebih 28 juta. Nah biaya untuk keseluruhan jalan-jalan ke Turki 2018 dengan tour travel kali ini bahkan jauh di bawah angka itu.

Awalnya ragu untuk pergi, karena sepuluh hari adalah waktu yang cukup lama untuk meninggalkan tiga dara di rumah. Belum lagi paspor yang sudah hampir habis masa berlakunya di bulan Oktober tahun ini. Sempet ngeri-ngeri sedap juga, apa bisa berangkat atau tidak. Usaha dulu memperpanjang paspor dan ikut didaftarkan oleh saudara saya ke tour travel. Ada juga yang lebih penting dan harus dirayu untuk mendapatkan izin bepergian. Bahkan ada dua orang, yakni suami dan ibu di rumah. Kalau izin suami keluar maka dari ibu sudah tidak terlalu susah. Paling ya gitu deh 😅.

Alhamdulillah, nasib lagi beruntung. Jadi segala urusan dipermudah dan dilancarkan. Izin bepergian dikeluarkan dan paspor pun berhasil diperpanjang dan tidak ada masalah. Akhirnya saya bisa juga pergi ke luar negeri. Yeay, jalan-jalan ke Turki 2018, sepuluh hari perjalanan pulang pergi dari tanggal 29 September sampai 8 Oktober.

Untuk jalan-jalan ke Turki 2018 ini rencananya akan saya jadikan beberapa tulisan yang saling berhubungan. Perginya kan cukup lama jadi ada banyak juga yang akan dituliskan dan diceritakan. Kalau cuma jadi satu tulisan pastinya akan terlalu panjang. Kali ini cerita awalnya dan dengan siapa saya pergi. Seperti yang sudah ditulis di atas, kalau saya pergi ikut rombongan tour travel. Sudah lumayan penasaran dong apa nama tour travelnya? Yuk baca terus sampai habis ya tulisan ini.

Jalan-jalan ke Turki Bersama Mitra Wisata Tour and Travel

Memuaskan pelayanan dari tour travel yang mengadakan open trip jalan-jalan ke Turki 2018. Kebetulan pengurus atau bisa dibilang pemilik modalnya saya sudah kenal. Jadi percaya dan tenang untuk mendaftarkan diri ke Mitra Wisata Tour and Travel. Percaya tidak akan gagal berangkat dan tenang karena sudah ada yang dikenal (saudara) dalam perjalanan ke luar negeri kali ini. Peserta yang ingin ikut open trip jalan-jalan ke Turki 2018 hanya cukup mendaftarkan diri dan membayar sejumlah uang. Selebihnya tour travel yang urus, pengalaman perjalanan kemarin, ya seperti itu. Setelah daftar dan bayar selanjutnya diberikan itenerary dan dimasukan ke grup wa untuk memudahkan koordinasi.

Sebelumnya hanya menyetorkan foto paspor lama, untuk memesan tiket. Pihak tour travel hanya mengingatkan kalau tiket sudah tercetak nama saya sesuai dengan nama yang tercantum pada paspor lama. Jadi saat perpanjangan jangan sampai ada kesalahan, misalnya namanya berbeda. Dua hari jelang keberangkatan, paspor asli baru diminta. Mungkin karena saya paspornya baru selesai diperpanjang. Diminta untuk memudahkan proses check in pada maskapai penerbangan.

Sesampainya di Turki, rombongan kami yang terdiri dari 16 orang telah dijemput oleh guide lokal. Dengan menggunakan bus tanggung seukuran metromini kami berkeliling dua benua di Turki. Walau dengan harga yang murah tapi jadwal jalan-jalan yang ada di itenerary cukup padat merayap. Perjalanan benar-benar sesuai itenerary yang sudah diberikan. Malah ada tambahan satu tempat tujuan yang tidak tercantum di itenerary. Benar-benar Mitra Wisata Tour and Travel memanjakan para peserta yang doyan belanja. Ada peserta yang minta untuk diajak ke Eminonu market (gipsy market) yang dibangun oleh Sultan Mehmet untuk rakyatnya.

Penginapan juga sangat diperhatikan oleh Mitra Wisata Tour and Travel. Dipilihkannya hotel yang sangat layak sebagai tempat merebahkan diri para peserta rombongan jalan-jalan ke Turki 2018. Bayangkan saja, selama di Turki kami sampai enam kali pindah hotel. Kalau tidak dimanjakan dengan hotel-hotel pilihan terbaik tentu rasa lelah akan semakin menumpuk. Pemilihan hotel oleh Mitra Wisata Tour and Travel paling greget deh. Berikut adalah daftar hotel tempat rombongan kami menginap selama di Turki.

Hari pertama kami tiba di Turki, selepas jalan-jalan kami tinggal di hotel Ramada yang terletak di kota Bursa. Hotelnya terasa masih baru, karena furniture yang ada di dalam kamar masih tercium bau khas barang baru.

Ramada Hotel

Hari kedua menginap di hotel Carina di kota Efasus. DI hotel ini para penghuni hotel bisa mendapatkan pemandangan sunset keren. Hotelnya juga berada di depan laut.

Hotel Carina

Saat berada di kota Pamukkale, pada hari ketiga disediakan hotel Ninova.

Sementara di hari keempat dan kelima kami tinggal di Burcu Kaya Hotel. Di hotel “batu” ini menurut saya yang paling menarik, karena kita seperti tinggal dan berada di masa the flintstone.

Burcu Kaya Hotel

Hari keenam menurut saya yang paling spesial, karena kami tidur di hotel berbintang enam. Keren kali ya kan. Nama Hotelnya adalah Hampton, terletak di kota Bolu. Terakhir rombongan menginap di hotel Clarion, di kota Istanbul.

Kesimpulannya puas bisa jalan-jalan ke Turki bareng Mitra Wisata Tour and Travel. Oh iya ada informasi pada bulan April, akan ada open trip jalan-jalan ke Turki lagi nih. Pada bulan April adalah masa bunga tulip bermekaran, pastinya seru dan penuh bunga warna warni yang cantik. Buat anda yang ingin mendapatkan info menarik tentang open trip jalan-jalan ke Turki berikutnya bisa hubungi Mitra Wisata Tour and Travel atau bisa melalui saya melalui kolom komentar.

Nantikan cerita selama jalan-jalan di Turki pada postingan berikutnya.

diambil dari salah satu blog peserta explore turkey 2018 ; catcilku.com

Categories
berita

Makkah Akan Segera Punya Jaringan Air Bersih Raksasa

MAKKAH – Salah satu pabrik penyulingan air bersih terbesar di dunia telah dipasang di Shoaiba Makkah. Rencara penyulingan ini akan menghasilkan sekitar 92.000 meter kubik air yang dimurnikan setiap hari. Seperti dilansir Saudigazette.com, pabrik penyulingan air telah menerapkan proyek ini bekerja sama dengan perusahaan Jepang. Dan ini juga sebagai bagian dari upaya untuk memperluas stasiun penyuingan yakni pabrik penyulingan air Shoaiba 2.

Menurut berbagai sumber informasi, air dari tempat penyulingan ini diperkirakan akan dipompa ke Mekah dan daerah lain sebelum munculnya musim haji pada bulan Agustus 2018. Bahkan bila berjalan lancar, akan selesai lebih cepat dari jadwal. Sumber itu menyatakan pemompaan air diperkirakan dilakukan setelah haji. Tetapi pekerjaan instalasi yang menyeluruh dapat dimungkinkan untuk memulai memompa air sebelum musim haji tiba.

Mereka mengatakan dua stasiun raksasa lainnya akan dipasang dalam dua tahun mendatang. Buhan hanya itu, jaringan instalasi air juga akan memungkinkan stasiun itu memompakan air yang tercemar ke berbagai bagian wilayah Arab Saudi. Perusahaan itu, yakni ‘The Saline Water Conversion Corporation (SWCC)’. pun telah menandatangani beberapa kontrak untuk meningkatkan pasokan air di wilayah Makkah. Dan pada pada bulan Januari SWCC telah mengumumkan rencana untuk menghabiskan dana lebih dari SR9 miliar ($ 2,4 miliar) dalam membangun infrastruktur untuk proyek-proyek air utama di wilayah Makkah. Proyek-proyek ini meliputi pembangunan emat tahap penyyulingan air tahap dari pabrik itu. Yakni, desalinasi air laut reverse osmosis (SWRO) di Shoaiba, transfer teknologi dan pembelian air di pembangkit listrik dan desalinasi Shoaiba, hingga sistem pemindahan air Shoaiba ke Mina.

sumber : IHRAM.CO.ID,

Categories
Uncategorized

Kisah Dua Sejoli yang Wafat di Tanah Suci

Kepala Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Solo, Rosyid Ali Safitri menuturkan sejak awal keberangkatan kloter 36, dua sejoli itu menyita perhatian banyak orang. Rosyid menyaksikan betapa ikhlas dan sabarnya Soedarso mendampingi istrinya yang menggunakan kursi roda saat berangkat ke Tanah Suci.

Kepergian dua sejoli itu pun membuat duka seluruh rombongan jamaah haji Indonesia, khususnya teman-teman serombongan mbah kakung dan mbah putri dari Kelompok Terbang ke-36 asal Kota Solo. Jamaah kehilangan sosok sepasang suami istri yang selalu mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan dan memberikan motivasi satu sama lainnya untuk kuat dalam menjalankan ibadah haji. Kabar yang diterimanya dari Makkah, suami istri yang tergolong jamaah berisiko tinggi (risti) itu sedikit pun tak melewatkan waktu untuk beribadah. Keduanya khusuk menjalani wukuf di Arafah, Mabid di Musdhalifah dan bermalam di Mina. Sudaraso dan Sumyati juga tak menyerah dengan kondisi panas di Tanah Suci yang menantang semangat setiap jamaah haji.

Rosyid mengungkapkan meski petugas pendamping haji membantu segala kebutuhan dan kepeluan jamaah, terlebih bagi Sumyati, namun Sudarso tetap turut mengurus segala keperluan istrinya yang duduk di kursi roda selama pelaksanaan ibadah haji. Mulai dari menyuapi saat makan, memandikan, hingga mengganti pakaian. Keduanya pun menjadi tauladan bagi jamaah lainnya. “Ini jadi pelajaran bagi kita semua, kesetiaan mbah kakung terhadap istrinya,” kata Rosyid. Sumyati dikenal warga sebagai sosok nenek yang enerjik. Meski sudah sepuh, ia masih mampu mengikuti senam yang diselenggarakan warga setiap akhir pekan. Ia juga menjadi penggerak warga kampung Gonilan untuk bahu membahu membangun taman kanak-kanak Aisiyah.

Sedangkan Soedarso adalah pensiunan pegawai negeri sipil. Ia juga salah satu tokoh yang disegani warga, Sudarso kerap memberikan wejangan-wejangan menyejukan saat berkumpul bersama warga sekitar. Sudah lama, keduanya mendambakan bisa pergi melaksanakan rukun iman kelima, pergi haji ke Baitullah. Niat itu pun disampaikan pada putra-putrinya. Dengan secuil tabungannya, Soedarso meminta anak-anaknya agar membantu mewujudkan mimpi terbesarnya.

Pada 2011, keduanya pun mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji dari Kota Solo. Namun pada 2016, panggilan berangkat hanya ditujukan pada Soedarso. Ia pun menolak, dan memilih kesempatan berhaji tahun itu diberikan pada jamaah lainnya. Sebab Soedarso ingin ibadah hajinya dilakukan bersama-sama dengan istri tercintanya. Do’a pasusi itu terkabul, ia kembali mendapat panggilan berangkat haji bersama istrinya di tahun berikutnya. Keduanya pun mempersiapkan segala sesuatunya. Penuh semangat Sumyati dan Soerdaso menjalani rentetan prosesi persiapan ibadah haji termasuk latihan manasik haji.

Namun sepekan jelang keberangkatan, Sumyati mendadak drop, tubuhnya lemah lunglai. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit. Meski sempat pesimistis, namun suaminya menguatkan. “Waktu di Rumah sakit Mbah Kakung terus yakinin Mbah Putri bisa berangkat haji. Dia bilang, ayo ta enteni, mangkat bareng mulih bareng, ndang mari. (Saya tunggu, berangkat bareng, pulang bareng, cepat sembuh),” tutur Putut Edi Surtosno, putra Soedarso dan Sumyati. Dari yang diceritakan ayahnya, Haji Soedarso, saat berkomunikasi ditelepon, mbah putri meninggal setelah melaksanakan ibadah lempar jumrah di Mina pada Sabtu (2/9) siang waktu Arab Saudi. Ia meninggal di tenda sesaat setelah berbincang dengan suaminya.

“Habis lempar jumrah itu Mbah Putri bilang pengen istirahat, lalu di temani Mbah Kakung ke tenda. Mbah Kakung pergi ke belakang sebentar, saat pulang ke tenda lagi dia bangunkan Mbah Putri, tapi Mbah Putri sudah meninggal,” terangnya. Masih basah tangis duka keluarga besar Nur di kampung Gonilan, Kartasura, Sukoharjo, kabar duka kembali datang. Sehari setelah kepergian ibunya, kali ini, telepon dari sahabat dekat ayahnya di Tanah Suci mengabarkan kondisi Haji Soedarso yang terus menurun. Jamaah haji yang berusia 82 tahun itu harus mendapat perawatan khusus. Ayah Nur diinfus di pemondokan jamaah haji.

Selang beberapa jam, Haji Soedarso dikabarkan meninggal dunia. “Mbah Kakung pulang dari masjid habis Subuh lalu lemas badannya, sampai pemondokan diinfus. Jam sembilan pagi saya dikabari lagi, Mbah Kakung sudah tidak ada,” terang Nur.

Categories
Uncategorized

Rekor! Jamaah Haji Dunia Tahun Ini Terbesar dalam Sejarah

IHRAM.CO.ID, RIYADH — Jumlah peziarah internasional yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini menjadi yang terbanyak dalam sejarah. Menurut Kementerian Haji dan Umroh, jumlahnya akan mencapai 1,6 juta orang dikutip Saudi Gazette, Sabtu (19/8).

Jumlah ini meningkat sekitar 264 ribu jamaah dari tahun lalu. Tahun ini, Saudi memang menambah kuota sekitar 20 persen dari total peziarah tahun lalu karena proyek ekspansi mataf Ka’bah dan Masjidil Haram telah rampung.
Selain itu, otoritas Penjaga Dua Masjid Suci juga memotong kuota jamaah domestik sebesar 50 persen. Sejauh ini, sudah satu juta peziarah memadati Mekkah dan Madinah. Sisanya masih akan berdatangan sebelum akhir Agustus.

Menurut data terakhir pada Kamis, sekitar 916.562 jamaah sudah tiba di Saudi. Jumlah ini meningkat 22 persen dari periode yang sama tahun lalu. Menurut laporan statistik Direktorat Jenderal Passport, 878.567 tiba dengan jalur udara. Sementara 35.023 tiba melalui jalur darat dan 2.972 jalur perairan. Sekitar 607.715 peziarah masih berada di Madinah untuk mengunjungi Masjid Nabawi sebelum akhirnya berangkat ke Mekkah. Untuk menanggulangi kepadatan, Menteri Agama dan Pemamdu Jamaah Sheikh Saleh Al-Asheikh meluncurkan program untuk mengedukasi jamaah.

Program ini akan mendistribusikan jutaan publikasi, buku, CD, film hingga media massa dengan 32 bahasa. “Sekitar 100 saluran satelit juga akan meluncurkan program edukasi bagi para jamaah selama musim haji ini,” kata dia. Program tersebut merupakan pelayanan terbaru untuk memastikan kelancaraan ibadah haji.